API dan ASAP
asap selalu mengiringi api, tapi ada kalanya api yang telah padam…sengaja dikipasi (ato tertiup angin) dan dibuat agar asap menjadi besar…padahal sebenarnya api itu sendiri telah padam dan tak disulut lagi oleh sang penyulut
asap selalu mengiringi api, tapi ada kalanya api yang telah padam…sengaja dikipasi (ato tertiup angin) dan dibuat agar asap menjadi besar…padahal sebenarnya api itu sendiri telah padam dan tak disulut lagi oleh sang penyulut
August 30th, 2006 at 2:45 pm
api ada karena fisik,
api tercipta bukan tanpa sebab,
asap adalah fisik itu sendiri!
asap bergantung pada api untuk terus ada,
sekuat-kuatnya api akan mati juga kalau tidak ada udara,
sehebat-hebatnya asap akan tidak akan ada kalau tidak ada ruang,
udara itu (sifatnya) bebas,
udara akan selalu ada untuk membimbing asap,
banyaknya asap sangat bergantung pada fisik,
fisik punya sifat beragam,
ada beberapa sifat fisik yang tidak begitu banyak mengahasilkan asap (kalau nanti akhirnya terbakar)
juga sebaliknya…
mungkin espana tipe ‘fisik’ yang menghasilkan banyak ‘asap’ dari ‘api’, tetapi ‘udara’ sangat angkuh untuk ‘asap’, sehingga ‘api’ lelah dan terbunuh…?
(?)