Archive for April, 2006

NEVER MIND THE ORIGINAL here’s the BOOTLEG

Monday, April 10th, 2006

TAHUKAH ANDA?
DO YOU KNOW?
MYAHO TEU?
DI BOTO HO DO?

MEMINJAM BUKU LEBIH BAIK DARI PEMBAJAKAN

Survey membuktikan, seorang pemilik buku di Indonesia rata² meminjamkan bukunya ke empat orang. Apabila satu judul buku dan angka ini bisa jadi lebih besar lagi sehingga orang² yg tadinya tdk bisa membaca karena gak punya duit akan mendapat kesempatan yg sama dengan orang yg punya duit. Ini berarti:

PEMINJAM BUKU BAJAKAN LEBIH BAIK LAGI

Karena mereka yg selama ini tdk punya modal, alias bondo nekat telah membantu penyebaran informasi untuk dirinya. Namun, diatas segalanya, tidak ada yg lebih baik dari;

PEMINJAM BUKU BAJAKAN YANG MEMBAJAK

Karena dia telah sadar bahwa tidak perlu ada hambatann untuk memperoleh akses informasi atau ilmu pengetahuan bagi umat manusia. Apabila kita ingin memajukan pendidikan termasuk meningkatkan kecerdasan dan pengetahuan masyarakat miskin marilah kita meminjam/meminjamkan buku dan mendukung pembajakan.

MARILAH MEMBAJAK UNTUK PERUBAHAN! (^-^)//

SENTRIPETAL dan SENTRIFUGAL

Monday, April 3rd, 2006

"suka hidup dalam koloni tapi tak suka dan tak pandai terikat dalam sebuah koloni. tak menyukai koloni yang mempunyai ‘nyawa’ yang terlalu mencekik, lebih sering independen dan soliter dalam berkoloni…."
Saya uraikan sebagai…….
Koloni, bukan hanya sebuah gerombolan atau kelompok yang berguna secara artifisial, tetapi…koloni (secara biologis) diperlukan oleh makhluk hidup sebagai supplai nutrisi, ancaman pemangsa, pembelajaran berburu, dan mengenali hal-hal yang terjadi disekitarnya, baik faktor internal maupun eksternal.
Semua makhluk hidup secara alami membutuhkan koloni, hatta bagi makhluk tingkat tinggi (karnivor pada top piramid, ataupun pemilik top kapital pada masyarakat) walaupun dengan koloni kecil. untuk lebih jelasnya kita bisa melihat berapa jumlah kelompok berburu singa, ataupun kalau di dunia usaha adalah kelompok dunia G-10.
Tapi, ada sebuah koloni yang mempunyai ‘nyawa’ begitu mencekik sehingga anggotanya tidak bisa mencari dan melihat yang dia inginkan. artinya alami juga dalam sebuah koloni ada jajaran yang di lingkaran penguasa (magnet ke porosnya kuat) dan ada jajaran marjinal yang kalau dipaksa oleh jajaran yg dekat dengan poros, baru dia ‘bergerak’ dan merasa bagian dari sebuah koloni.
Membingungkan bukan?
secara lebih sederhana….
dalam kehidupan pribadi saya, pilihan hidup sendiri tanpa sebuah ikatan koloni merupakan hal yang berat, karena saya berburu sendiri-kalaupun dapat mangsa yang terlalu besar, saya harus makan dengan santapan yang sama dalam berhari-hari demi efisiensi. Mata saya harus awas dalam 24 jam karena sistem seorang individu ‘lemah’ pelacakannya terhadap ancaman dari luar. Dan apabila saya melangkah keluar terlalu jauh dan membahayakan, tidak ada lingkaran dekat saya yang berusaha menarik saya kembali ke poros.
Tapi disisi lain, saya tidak mau menjadi katak dalam tempurung. Saya ingin melihat semuanya-kalau bisa-dengan mata saya sendiri, bukan karena informasi dari sekitar saya yang telah ‘membisiki’ saya.
Nah karena itulah saya lebih senang berada di kalangan marjinal dari sebuah lingkaran, yang masih memiliki gaya sentripetal cukup untuk sekadar ada di ‘jalur yang benar’, tapi juga memiliki gaya sentrifugal untuk melihat dunia yang lebih luas. (^_^)//

TEMAN

Monday, April 3rd, 2006

persahabatan dan cinta tak membutuhkan alasan. banyak yang bilang itu hanya bullshit, tapi lebih banyak yang membuktikan kebenarannya. karenanya saya bisa mengerti mengapa ALEX memilih MAHDI dan bukan ASEP (sorry, analognya PETIR yang lagi up2date). tapi perasaan sakit hati karena teman kita ‘berbuat dosa’ menurut pandangan kita adalah sesuatu yang sangat manusiawi.
saya sempat ilfil ketika orang yang sangat dekat dengan saya, apapun ia curahkan-gundah hatinya, kesedihannya, dan segala dukanya. tapi karena mungkin sekarang juga terpisah ruang dan waktu, sms dan telepon pun tak sempat. padahal dulu, walau dalam seminggu kita selalu bertemu, chating juga jadi agenda yang tak pernah terlewat.
saya ‘kehilangan’ dia. tapi ternyata kehilangan itu juga hanya sementara, dan tak ada alasan lagi bagi saya untuk tidak menganggapnya sebagai teman saya. siapapun dia, aku menyayanginya dan mencintainya. dan aku tak butuh alasan dan penjelasan untuk mencintainya ^_^